Tugas divisi kesehatan dan keselamatan kerja merupakan pilar utama dalam operasional industri ekstraktif yang memiliki risiko tinggi. Fokus utama dari bagian HSE adalah menciptakan sistem perlindungan yang menyeluruh guna menjamin keselamatan bagi seluruh karyawan yang beraktivitas di lapangan. Lingkungan kerja di bawah tanah maupun permukaan sering kali dipenuhi oleh alat berat dan kondisi geologi yang tidak stabil, sehingga pengawasan ketat menjadi harga mati. Di dalam area tambang, setiap prosedur harus dipatuhi secara disiplin untuk meminimalisir potensi kecelakaan kerja yang dapat berakibat fatal bagi keberlangsungan bisnis maupun nyawa manusia yang bekerja di dalamnya.
Implementasi tugas divisi keselamatan ini dimulai dengan identifikasi risiko secara harian melalui inspeksi peralatan dan lingkungan. Tim HSE bertanggung jawab memberikan pelatihan intensif bagi para operator alat berat mengenai prosedur standar operasional (SOP) yang berlaku. Menjamin keselamatan bukan hanya soal menyediakan alat pelindung diri (APD), melainkan membangun budaya sadar risiko di setiap level organisasi. Kerja di lapangan yang keras menuntut kesiapan fisik dan mental, oleh karena itu, pengawasan terhadap kesehatan pekerja juga menjadi prioritas. Di area tambang yang luas, koordinasi antar-departemen harus berjalan mulus agar respon terhadap situasi darurat dapat dilakukan dengan sangat cepat dan efektif tanpa hambatan komunikasi.
Selain pencegahan kecelakaan, tugas divisi ini juga mencakup pengelolaan dampak lingkungan yang dihasilkan oleh aktivitas industri. HSE bertugas memastikan bahwa limbah operasional dikelola sesuai standar regulasi pemerintah guna menjamin keselamatan ekosistem di sekitar wilayah operasional. Lingkungan kerja di lokasi terpencil sering kali berbatasan langsung dengan pemukiman warga, sehingga tanggung jawab sosial juga menjadi bagian dari fokus mereka. Area tambang yang dikelola dengan standar keselamatan yang tinggi akan meningkatkan reputasi perusahaan di mata investor dan masyarakat luas. Keberhasilan sebuah perusahaan tambang tidak hanya diukur dari jumlah tonase mineral yang dihasilkan, tetapi dari seberapa sedikit catatan kecelakaan ( zero accident ) yang berhasil dipertahankan setiap tahunnya.
Terakhir, tugas divisi keselamatan ini harus terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital seperti sensor deteksi gas dan sistem pemantauan posisi karyawan secara real-time. HSE berperan penting dalam menganalisis data kejadian masa lalu untuk mencegah pengulangan kesalahan yang sama di masa depan. Menjamin keselamatan adalah proses yang dinamis dan tidak pernah berhenti untuk diperbaiki. Kerja di lokasi ekstrem memang penuh tantangan, namun dengan pengawasan yang ketat dan sistematis di seluruh area tambang, risiko tersebut dapat dikendalikan dengan baik. Investasi pada sistem keselamatan adalah investasi pada keberlanjutan masa depan industri itu sendiri, memastikan setiap pekerja dapat pulang ke rumah dalam keadaan sehat dan selamat setelah menyelesaikan tugas mulia mereka di garis depan pencarian energi bangsa.